JAKARTA | SURYA Online - Laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan kepada pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat tentang 21 transaksi mencurigakan milik salah satu anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat ditengarai mengincar Wa Ode Nurhayati. Padahal, Wa Ode, anggota Badan Anggaran DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional itu yang justeru pertama kali membuka aib DPR ke publik tentang adanya mafia anggaran dalam pencairan Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah.Wa Ode sebelumnya menuding ada calo anggaran di kalangan DPR terkait pencairan DPID. Bahkan menurut Wa Ode, pimpinan DPR ikut bermain dalam percaloan anggaran ini.Pimpinan DPR sempat berang dan melaporkan Wa Ode ke Badan Kehormatan DPR. Akhirnya kasus percaloan anggaran ini redup dengan sendirinya, dan DPR tak mengungkit lebih jauh praktik percaloan anggaran. Hingga kemudian KPK menangkap beberapa pejabat di berbagai kementerian dan pihak swasta yang diduga menjadi calo anggaran untuk proyek yang didanai APBN, persoalan mafia anggaran di DPR ramai kembali mencuat di publik.Sampai kemudian pimpinan DPR mendapat informasi dari PPATK terkait adanya anggota Badan Anggaran yang memiliki transaksi keuangan mencurigakan. Pimpinan DPR memang tak menyebut siapa pemilik transaksi mencurigakan itu. Akan tetapi tudingan pun mengarah pada Wa Ode sebagai pemilik transaksi mencurigakan tersebut.Menurut anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional Teguh Juwarno di Jakarta, Sabtu (17/09/2011), mungkin Wa Ode yang diincar dari informasi PPATK ke pimpinan DPR.Teguh mengatakan, wajar jika pihaknya curiga Wa Ode yang diincar karena dia mengungkapkan aib DPR ke publik. Namun menurut Teguh, kalau benar Wa Ode yang diincar, itu bakal meruntuhkan DPR sendiri. “Itu bakal membakar DPR sendiri,” katanya.
Sumber : kompas.com
Editor : Titis Jati Permata
View the original article here